Cadangan Gambut Indonesia Capai 34 Gigaton

8 June 2009 at 8:51 am (Global Warming) ()

kanalIndonesia memiliki cadangan karbon gambut nasional sebanyak 34 gigaton dan terbanyak di Provinsi Riau dan Pulau Kalimantan. Demikian dikatakan Peneliti Senior Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR), Daniel Murdiyarso.

“Sebut saja cadangan, bagian dari cadangan yang terlepas menjadi emisi gas rumah kaca dengan laju sekitar 2,4 gigaton per tahun. Bisa dibayangkan peran besar hutan gambut tropis Indonesia,” katanya di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/5). Murdiyarso berada di Bali sebagai salah satu pembicara dalam Kemitraan Kehutanan Asia (AFP) Kedelapan, di Bali.

AFP kali ini mendiskusikan dan mencarikan mekanisme pengurangan GRK (gas rumah kaca) yang disumbang dari perusakan dan alih fungsi hutan dunia. Skema pembayaran dan pengawasan gas karbon dunia terkait perusakan dan alih fungsi hutan menjadi satu isu penting yang dibicarakan dalam pertemuan itu. CIFOR mengajukan beberapa alternatif sebagai penentu parameter pengukur tentang hal itu, yang bisa diaplikasikan seluruh negara secara mudah dan cepat.

Di Kalimantan, terdapat 10.183 gigaton cadangan karbon nasional yang terserap di dalam hutan gambutnya. Di seluruh pulau terbesar ketiga di dunia itu, terdapat 5.769.246 hektare hutan gambut, terluas di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu 3.010.640 hektare.

Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Demi Kelapa Sawit, Gajah-gajah Dibantai

8 June 2009 at 8:39 am (Berita) ()

PEKANBARU, KOMPAS.com — Sebanyak tiga ekor gajah ditemukan mati di areal konsesi PT Rimba Peranap Indah (RPI), anak perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), dan diindikasikan karena diracun, demikian dikatakan Kabid Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I Rengat Edy Susanto.

“Perusahaan seharusnya bertanggung jawab terhadap keselamatan gajah ini karena lokasi tempat mereka ditemukan mati merupakan daerah jelajahnya. Tiga ekor gajah mati dilokasi RPI dengan indikasi karena racun,” ujar Edy di Rengat, Selasa (2/6).

Ia mengatakan, bangkai seekor gajah yang baru ditemukan pada Senin kemarin merupakan kawanan dari dua ekor gajah yang ditemukan pada Kamis lalu di lokasi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT RPI.

Semula ditemukan dua ekor yang telah menjadi bangkai. Pada Senin kemarin, tidak jauh dari dua bangkai gajah ditemukan lagi satu ekor bangkai gajah dewasa yang membusuk. Kematian gajah-gajah ini karena diracun atau memakan sesuatu bahan yang berbahaya.

Dua ekor gajah yang ditemukan pada pekan lalu telah diotopsi, namun hasilnya belum diketahui karena sampel organ dalam bangkai gajah tersebut dikirim ke Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional II Bukit Tinggi dan BPPV Bogor.

“Lokasi gajah mati tersebut di hutan akasia dan tidak jauh dari lokasi perkebunan sawit yang berbatasan dengan HTI,” katanya.

Lokasi matinya tiga ekor hewan yang dilindungi itu merupakan kawasan perusahaan, begitu juga areal perkebunan tanaman sawit yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) merupakan areal konsesi PT RPI.

Tanaman sawit dikelola masyarakat dengan bantuan PT Perkebunan Nusantara (PN) V. Menurut Edy, baik pihak perusahaan maupun masyarakat berkilah kawanan gajah selalu mendatangi lokasi perusahaan tersebut dan selalu pula tanaman sawit habis dimakan gajah. Lokasi perkebunan kelapa sawit ini dulunya hutan dan tempat habitat gajah.

gajah-mati“Gajah yang ditemukan mati ini merupakan kelompok gajah yang memiliki home range (daerah jelajah) dari Peranap-Tesso Nilo-Kuantan Singingi. Rute yang mereka lalui tetap, namun hewan ini tidak melihat terjadinya perubahan fungsi hutan dan itu sebabnya hewan ini dicap menganggu dan akhirnya dimatikan,” tutur Edy.

Ia mengaku saat ini sedang berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mencari pelaku pembunuh hewan yang menjadi aset dunia itu dan mengharapkan peran dari perusahaan yang ada di daerah jelajah gajah untuk membantu hewan tersebut menetap sementara dan melindunginya.

“Kawasan PT RPI sejak dulu merupakan kawasan gajah. Manajemen perusahaan hendaknya memperhatikan habitat gajah ini dengan baik,” katanya.

Kawasan PT RPI berada di perbatasan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Pelalawan. Lokasi bangkai dua ekor gajah berada di blok T4 dan bangkai yang baru ditemukan kemarin terdapat di blok T2 yang berbatasan langsung dengan kebun sawit milik PT PN V dan bekerja sama dengan koperasi Tani Siampu Pesikaian.

Di sekitar areal lokasi konsesi anak perusahaan RAPP ini terdapat sekelompok gajah dengan jumlah sekitar 15 ekor yang selalu keluar masuk kawasan.

BNJ
Sumber : Ant

Permalink Leave a Comment

Tidak Makan Daging Bisa Selamatkan Bumi

7 June 2009 at 12:15 pm (Global Warming) ()

DagingCIREBON, KOMPAS.com — Masyarakat perkotaan dan pedesaan dapat berpartisipasi mengatasi pemanasan global dengan cara mengurangi makan daging.

“Kurangi makan daging, karena dengan mengurangi makan daging berarti mengurangi peternakan,” kata praktisi pemanasan global dari Supreme Master Television, Kontribusi Jakarta, Murniati Kamarga sebelum pelaksanaan seminar Global Warming Mengancam Keselamatan Planet Bumi, di Cirebon, Selasa (12/5).

Menurut dia, peternakan sapi, kambing, kerbau, domba maupun unggas sangat berperan dalam pemanasan global. Dengan mengurangi makan daging, yang berarti pula mengurangi peternakan maka akan berdampak kepada lahan untuk dihijaukan yang berfungsi sebagai hutan.

Di pihak lain, pemanasan global bisa dikurangi dengan menggalakkan pola pemupukan organik yang diyakini bisa memperkaya oksigen.

Selain itu, Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

PENGALAMAN MEMBANGUN PROSES PENGEMBANGAN KELOMPOK PKK DESA SEKATA MAKMUR

3 June 2009 at 10:45 am (Pertanian) ()

Berawal dari sebuah interaksi yang dibangun atas dasar membantu masyarakat keluar dari permasalahan, menggali potensi yang dimiliki oleh masyarakat, memulai sesuatunya dari apa yang dimiliki oleh masyarakat, akhirnya melahirkan sebuah ide untuk memfasilitasi mengaktifkan dan menggerakkan kelompok PKK desa Sekata Mamur.

PKK merupakan gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat. Upaya yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan keluarga melalui upaya bimbingan, pembinaan dan pemberdayaan agar keluarga hidup sejahtera dan mandiri. Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Resep Tradisional Efektif Micro organisme (EM) dan Pestisida

2 June 2009 at 9:32 am (Pertanian) ()

1. EM lestari Bahan :

img_25361. Nasi busuk (nasi yang sudah dibusukkan selama 3 hari) 0,5 kg
2. Laos 0,5 kg
3. Daun serai 0,5 kg
4. Daun sawi hijau 0,5 kg
5. Gula merah 0,5 kg
6. Air 10 liter

Cara pembuatan :

1. Laos, daun serai dan daun sawi hijau dirajang dengan ukuran 3 – 5 cm. Kemudian tumbuk hingga hancur. Bahan dicampur (diaduk, diuleni) hingga rata.
2. Masukkan nasi busuk dan gula merah yang telah dihancurkan. Semua bahan diaduk (diuleni) sampai rata.
3. Siapkan ember (tempat lain) yang bisa ditutup rapat. Masukkan semua bahan dan tambahkan 10 liter air dan lakukan pengadukan ulang hingga merata.
4. Tutup ember tersebut (pastikan ember tertutup rapat). Simpan ditempat yang teduh selama 10 hari.
5. Setelah 10 hari bukalah tutup ember dan lakukan penyaringan. Bahan tersebut sudah untuk digunakan dan sudah menjadi EM lestari.

Read the rest of this entry »

Permalink 3 Comments

Setelah Netbook, Terbitlah Smartbook

1 June 2009 at 10:58 am (Berita, Teknologi) ()

1011087pJAKARTA, KOMPAS.com – Awalnya adalah notebook, lalu muncul smartphone, tablet PC, yang disusul oleh MID (mobile internet device), UMPC (ultra mobile PC), dan netbook. Seakan-akan itu semua belum cukup membuat konsumen bingung, kini akan hadir satu perangkat baru lain.

Namanya smartbook, begitu kata Qualcomm dan Freescale. Perangkat ini diposisikan sebagai pelengkap smartphone, dan harganya akan berada antara handset dan netbook rata-rata. Nah, kalau begitu apa beda smartbook dengan netbook?

Pertama, smartbook – yang akan berfisik amat mirip Sony VAIO P dan lebih tipis dan lebih ringan dibandingkan umumnya netbook – disebutkan akan memiliki batere yang selama ini kita harapkan ada di sebuah netbook. Rata-rata 8 – 10 jam.

Kedua, perangkat ini Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Indonesia Paling Rentan terhadap Perubahan Iklim

31 May 2009 at 3:04 pm (Global Warming) ()

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah lembaga riset di Singapura tiga pekan lalu menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara paling rentan terhadap perubahan iklim di Asia Tenggara. Sedangkan ibu kota Jakarta menjadi kota besar yang paling rentan.
Hal itu diungkapkan Arif Fiyanto, Juru Kampanye Bidang Iklim dan Energi Greenpeace, saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (26/5).
“Saat ini dampak perubahan iklim itu sudah terjadi,” kata Arif.
Menurut Arif, hasil penelitian tersebut mengancam kota-kota besar di Indonesia yang 60 persennya berada di pesisir. “Yang paling terancam Terhadap perubahan iklim ini adalah masyarakat kecil dan miskin,” ungkap Arif.
Yang dimaksudnya adalah lapisan masyarakat nelayan dan para petani. Menurut Arif, akibat meningkatnya suhu di permukaan bumi, para nelayan semakin sulit mendapatkan ikan.
“Panas tinggi membuat terumbu karang yang menjadi ekosistem ikan rusak, akibatnya pertembuhan ikan terhambat,” tutur Arif.
Sedangkan masyarakat petani kerap mengalami gagal panen karena lahan kering. Kegagalan juga disebabkan oleh kebanjiran. “Ini akibat perubahan iklim,” katanya.
Kalau bicara dalam konteks yang lebih luas terkait dampak perubahan iklim di Indonesia, tambah Arif, sepanjang tahun 2008 tidak ada bulan yang lepas dari bencana. Hal lain yang muncul adalah meningkatnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria dan demam berdarah.

Permalink Leave a Comment

Hati-hati Suhu Bumi Bakal Naik 5,2 Derajat Celsius

29 May 2009 at 11:07 pm (Global Warming) ()

2739376pWASHINGTON, KOMPAS.com — Dampak pemanasan global abad ini bisa jadi dua kali lebih parah dari perkiraan enam tahun lalu, demikian laporan beberapa ahli pekan ini.

“Temperatur rata-rata permukaan naik 9,3 derajat fahrenheit (5,2 derajat celsius) sampai 2100,” kata beberapa ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), dibandingkan dengan studi pada 2003 yang memproyeksikan temperatur rata-rata naik 4,3 derajat F (2,4 derajat C).

Studi baru yang disiarkan di Journal of Climate American Meteorogical Society’s menyatakan, perbedaan dalam proyeksi itu ditimbulkan contoh ekonomi yang meningkat dan data ekonomi yang lebih baru dibandingkan dengan skenario sebelumnya.

“Peringatan sebelumnya mengenai perubahan iklim juga mungkin telah diselimuti dampak pendinginan global berbagai gunung berapi abad XX dan oleh buangan jelaga, yang dapat menambah pemanasan,” kata para ilmuwan tersebut dalam satu pernyataan. Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Flu Babi Memperparah Krisis Global

27 May 2009 at 6:28 am (Berita) ()

6_2009042621551207947flu1Flu babi sedang melanda negara Meksiko dan mulai menyebar cepat ke beberapa negara. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegahan flu babi. Pemerintah Amerika juga melarang warganya untuk pergi ke Meksiko.

Di benua Eropa, Spanyol menjadi negara yang menkonfirmasikan bahwa seorang pria telah terjangkit flu babi. Di Selandia, seorang guru dan belasan muridnya sudah dikonfirmasikan sedang dalam perawatan karena terkena flu babi ringan.

Beberapa negara sudah melakukan monitoring, seperti pemasangan kamera di bandara dan pelabuhan termasuk teknologi kamera dengan sensor panas. WHO sendiri telah membuka kantor selama 24 jam penuh.

Flu babi juga berdampak pada pasar keuangan, khususnya pasar saham. Sementara harga saham perusahaan farmasi naik , sedangkan perusahaan yang terhubung dengan perjalanan seperti saham airlines malah menurun.

Tidak saham saja yang terkena dampak, harga minyak dunia juga langsung turun 4% menjadi $50 perbarel pada hari Senin kemarin. Negara Rusia mengambil langkah aman, dan mengumumkan untuk melarang seluruh impor daging dari Meksiko, Texas, California dan Kansas. Cina sebagai pengkonsumsi daging babi terbesar didunia, juga melarang impor babi dari negara Meksiko dan Amerika.

Dari Meksiko sendiri, penduduk dikota Mexico City harus menghabiskan waktunya di rumah, dan memakai masker bedah yang diberikan oleh tentara. Tercatat sudah 103 orang meninggal, sementara mayoritas yang terkena flu babi sudah pulih. (CNBC)

Permalink 1 Comment

Balita Membeli Sebuah Traktor via eBay

26 May 2009 at 2:16 pm (Teknologi)

ngetikMimpi apa yang dialami ibu Pipi Quinlan ketika ia tidur? Saat terbangun di pagi hari, tiba-tiba ia dikirimi tagihan senilai USD12.300 dari TradeMe.

Sarah Quinlan kaget bukan kepalang ketika form tagihan pembelian traktor melalui sebuah lelang di TradeMe berhasil masuk ke emailnya, sesaat setelah ia bangun tidur. Anak balitanya, yang baru berusia 3 tahun, ternyata berhasil memenangkan sebuah traktor merek Kobelco yang sedang dilelang di eBay, hanya dengan beberapa kali klik.

“Saya terkejut ketika dalam email tersebut tertulis kata ‘Kami rasa, anda akan menyukai traktor ini. Saya pikir, saya memenangkan sebuah traktor mainan. Tapi ternyata yang saya menangkan adalah traktor sungguhan, seharga USD12.300,” ujar Sarah.

Sarah mengakui, ia memang sedang melalui penawaran beberapa maninan di situs lelang tersebut pada malam hari sebelumnya. Namun, saat ingin pergi tidur Sarah lupa untuk Log Off. Walhasil, Pipi berhasil meneruskan penawaran yang dilakukan ibunya. Parahnya lagi, Pipi tidak sengaja memenangkannya.

Ibu muda itu pun langsung menelepon TradeMe dan penjual traktor untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Untungnya, TradeMe akhirnya membatalkan penawaran traktor tersebut. (okezone)

Permalink Leave a Comment

Next page »