Pintu Air juga penting untuk Perempuan

17 May 2009 at 8:08 pm (Tak Berkategori)


Ketika kunjungan EC monitoring tanggal 11 Mei 2009 yang lalu ke salah satu desa dampingan SLUICES project tepatnya di desa  Warga Mulya, mereka berdiskusi dengan masyarakat tentang berbagai hal yang terjadi di desa, berbagai aktivitas yang sudah dilakukan bersama SLUICES dan banyak hal. Ada hal yang menarik yang sempat saya abadikan didalam memoriku, ketika seorang Ibu (Ibu Nurul) mengatakan bahwa ada masalah dengan sistem tata air di desanya sehingga pertanian sulit dilakukan, apalagi musim kemarau air jadi kering. Dan dampak yang selanjutnya terjadi adalah banyak laki-laki yang harus bekerja keluar desa (merantau) karena kondisi di desa yang sangat tidak memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu Ibu tersebut mengatakan kapan SLUICES bisa membantu untuk memperbaiki tata air di desanya dan kembali menghidupkan kelompok pengelola air kembali. Hal itu dirasa penting sekali untuk para perempuan jika tata air bisa diperbaiki dan berfungsi bagus maka pertanian dapat dimanfaatkan lagi,  laki-laki tidak perlu bekerja menjadi buruh diperkebunan maupun keluar desa. Jika sistem tata air sudah berfungsi kembali dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian, maka laki-laki akan berada di desa dan tidak terlalu lama meninggalkan keluarga.

Hal tersebut menunjukkan bahwa ada permasalahan dengan sistem tata air yang pada khirnya berdampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan keluarga, ketika masyarakat tidak mampu lagi memanfaatkan lahan karena buruknya sistem pengairan dan marginalnya lahan maka pilihannya adalah laki-laki sebagai kepala keluarga akan bekerja menjadi buruh ke luar desa mauapun bekerja lainnya di luar desa dan hal ini berdampak terhadap kaum permepuan sebagia istri dan anak-anak karena harus ditinggal dalam beberapa waktu. Dari pengalaman Ibu Nurul tersebut sementara ini dapat disimpulkan bahwa jika pilihan pembangunan pintu air dan pengaktifan kembali P3A adalah hal yang penting untuk perempuan.

2 Comments

  1. Nuel said,

    memang secara indirect, pasti penting untuk perempuan den, secara gtu lho para istri. tetapi yg jd permasalahan, bagian manakah dari p3a ini yg memberikan direct impact ke kaum perempuan?
    jujur, aku sampai sekarang masih kesulitan mencari itu. Keterlibatan perempuan itu perlu untuk kesetimbangan gender yang merupakan salah satu nilai jual proposal sluices. Kita memerlukan alasan itu, karena dengan adanya direct impact maka itu akan menjadi argumentasi kuat dalam memasukkan kaum perempuan dalam struktur p3a yang berarti keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan perencanaan dan operasional. Mungkin ada beberapa hal yang menjadi buah pemikiran yang bisa digunakan, yaitu :
    1. apakah ada ibu2 yang bertanggung jawab langsung dengan penggunaan lahan?
    2. apakah pengaturan tata air akan ada mempengaruhi kegiatan rumah tangga? seperti contoh di desa b3 yang sempat tergenangi lahan karena penutupan saluran
    3. apakah ada kerugian yang dialami ibu2 terkait kebakaran? seperti gangguan kesehatan anak dll. kebakaran adalah salah satu alasan pentingnya tata air.
    oiya, aku ni stengah serius, jd silahkan disaring sendiri.

  2. Deny said,

    menurut aku sih masalah gender tidak bisa dipaksakan dalam suatu komunitas, aku memandangnya bahwa dalam komunitas pertanian yang spesifiknya pengguna air pendekatannya bukan orang per orang, tapi house hold bukan dan yang memanfaatkan atau bekerja disektor pertanian tentunya tidak hanya kaum bapak-bapak tapi juga Ibu-ibu yang bekerja menanam sayur dan lainnya, tapi cuma aku tidak tahu apakah kita punya data tentang pembagian kerja dalam pertanian yang membedakan jenis kelamin, misalnya dalam budidaya sayur, siapa yang membrsihkan lahan, siapa yang menanam dll…. dari sana bisa dilihat kecenderungan pembagian tugas itu.
    kemudian terkait keanggotaan perempuan dalam struktur P3A menurut saya itu penting dan dalam kelompok apapun penting termasuk RPK, ini yang saya pikirkan bahwa frame berpikir kita keluar dari bahwa RPK dan P3A pekerjaan berat yang hanya bisa dilakukan laki-laki karena angkat mengangkat dll…memang tidak bisa dipungkiri secara fisikly laki-laki lebih kuat tapi dalam tim diperlukan pengaturan sistem managemen dan lain hal yang sifatnya rutin dll dan aku kira perempuan bisa ambil bagian disana.
    tentu saja pengaturan tata air berpengaruh dalam rumah tangga, tapi aku tidak tahu apakah kita punya data tentang pemanfaatan air saluran oleh masyarakat untuk apa saja. Dan terkait kebakaran yang brdampak dengan kesehatan tentunya pasti itu,kalao perlu kita searching datanya ke puskesmas/pustu dll, boleh saja tidk setujua denganku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: