Pertanian Organik

19 May 2009 at 11:55 am (Uncategorized) ()


Prinsip Umum

  1. Meningkatkan dan menjaga kealamian lahan dan agro-ekosistem
  2. Menghindari pengambilan yang berlebihan terhadap sumber daya alam
  3. Meminimalisasi pemakaian sumber energi dan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.
  4. Menghasilkan bahan pangan yang sehat dalam jumlah yang cukup
  5. Memberikan pendapatan yang memadai dengan lingkungan kerja yang aman dan tidak ada ancaman penyakit.
  6. Memanfaatkan pengetahuan masyarakat setempat dan sistem pertanian tradisional yang sudah biasa dilakukan

Prinsip Praktis

  1. Menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah lahan untuk pertanian.
  2. Memberikan pasokan nitrogen dengan penggunaan tanaman yang memfiksasi atau menumbangkan nitrogen (N) kepada tanah.
  3. Perlindungan tanaman secara biologikal berdasarkan pada pencegahan daripada pengobatan
  4. Memelihara dan menjaga jenis tanaman dan binatang, sesuai dengan kondisi dengan memelihara lingkungan pertanian.
  5. Meminimalkan pemakaian pupuk kimia, pelindung tanaman, hormon dan pengatur tumbuh.
  6. Pelarangan dalam metoda bantuan pemrosesan dan kandungan yang berupa sintetis atau merugikan didalam pemrosesan makanan

Cara Cara yang di Pakai Dalam Pertanian Organik:

  1. Penggunaan bahan dari luar dan bahan kimia rendah
  2. Daur ulang biomassa melalui pembusukan jerami atau pengkomposan
  3. Pencampuran tanaman dan/atau rotasi tanaman, menanam lebih dari 1 jenis
  4. Pengelolaan ketersediaan : Kesuburan Tanah, Energi dan Air
  5. Perawatan Kesuburan Tanah, Pencegahan Erosi Tanah


Tujuan Pertanian Organik

  1. Menghasilkan bahan pangan yang sehat dan mencukupi kebutuhan petani.
  2. Memelihara serta meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
  3. Menggunakan sebanyak mungkin sumber-sumber terbarui yang berasal dari sistem usaha tani itu sendiri.
  4. Memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didaur ulang baik di dalam maupun di luar usaha tani.
  5. Menciptakan keadaan yang memungkinkan ternak hidup sesuai dengan perilakunya yang hakiki dan tidak tersiksa.
  6. Membatasi terjadinya semua bentuk pencemaran lingkungan yang mungkin dihasilkan oleh kegiatan pertanian.
  7. Mempertahankan keanekaragaman hayati termasuk pelestarian habitat tanaman dan hewan.
  8. Memberikan jaminan yang semakin baik bagi para produsen untuk petani
  9. Memenuhi kebutuhan dasar serta memperoleh penghasilan dan kepuasan kerja, termasuk lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  10. Mempertimbangkan dampak yang lebih luas dari kegiatan usaha tani terhadap kondisi sosial (Untung, 1997).

Apa Saja yang Harus Diketahui ?

Petani yang menerapkan metode pertanian ekologis (organik) harus menguasai teknik-teknik yang memungkinkan terjaganya kelestarian lingkungan serta berkelanjutan. Untuk itu perlu diketahui beberapa hal tentang:

  1. Tanaman yang dapat tumbuh berdekatan
  2. Tanaman dan bakteri yang dapat mengikat nitrogen
  3. Tanaman yang baik bila ditanam berurutan
  4. Bagaimana hewan bisa berkembang tanpa anti biotik dan hormon
  5. Bagaimana benalu dan hama bisa teratasi secara alami
  6. Bagaimana nitrogen dapat dipisahkan dari pupuk dan buangan limbah rumah tangga
  7. Bagaimana menjaga agar hama dan penyakit tanaman tetap seimbang di alam


Apa yang Biasanya Dilakukan dalam Pertanian Organik ?

Memelihara Kesuburan Tanah

Pengomposan adalah suatu proses penguraian bahan organik, seperti sisa-sisa tanaman, sampah dapur, dan kotoran hewan menjadi pupuk kompos. Kompos atau pupuk organik merupakan salah satu bahan utama dalam pertanian organik. Kompos mempunyai beberapa manfaat terhadap kondisi tanah yakni:

  1. Memperbaiki tanah berpasir maupun tanah liat menjadi berstruktur baik
  2. Mengembalikan unsur hara yang diambil oleh tanaman
  3. Memberikan nutrisi kepada organisme yang hidup dalam tanah

Pemulsaan adalah penutupan permukaan tanah dengan bahan-bahan sisa tanaman (serasah) seperti potongan-potongan daun, ranting, dan serbuk gergaji. Hasil akhir dari proses ini adalah terbentuknya pupuk serasah. Pemulsaan dan pupuk serasah berfungsi untuk:

  1. Menghemat air
  2. Mencegah erosi percikan dan erosi permukaan
  3. Menghambat pertumbuhan gulma atau rumput liar
  4. Menjaga keseimbangan suhu tanah dan lapisan udara di dekat tanah sehingga tanah tidak menjadi terlalu panas.
  5. Menjaga sari-sari makanan dalam tanah terhadap pencucian dan penghanyutan oleh air hujan.
  6. Menjaga kondisi tanah tetap remah dan tidak cepat padat.
  7. Mencegah penyakit tanaman yang timbul akibat percikan tanah oleh air hujan.
  8. Menjadi sumber bunga tanah atau humus.
  9. Meningkatkan mutu hasil pada tanaman misalnya nanas, dan sayuran.
  10. Memperlancar kegiatan jasad renik tanah seperti cacing tanah yang sangat membantu petani dalam penyuburan tanah (Annonimous, 1999)

Mengelola Hama dan Musuh Alami

Serangga hama dan musuh alami merupakan bagian keanekaragaman hayati. Serangga hama memiliki kemampuan berbiak yang tinggi untuk mengimbangi tingkat kematian yang tinggi di alam, sebagai contoh Wereng Coklat betina memproduksi banyak turunan, tetapi karena aksi musuh alami (predator-predator, parasit-parasit, dan penyakit), hanya sekitar 1 atau 2 ekor bertahan hidup setelah satu generasi. Keseimbangan alami antara serangga hama dan musuh alami sering dikacaukan oleh penggunaan insektisida yang hanya satu macam.


Kombinasi Tanaman

Kombinasi tanaman adalah gabungan dua atau lebih tanaman dalam satu lahan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan penanaman tanaman campuran atau kombinasi tanaman adalah sebagai berikut: umur tanaman, bentuk tubuh tanaman, toleransi tanaman terhadap cahaya dan naungan, kebutuhan nutrisi, bentuk perakaran
Hal penting yang juga perlu diperhatikan adalah perlindungan tanaman produktif :

  1. Tanaman Perangkap Hama berfungsi menarik hama agar menyerang tanaman perangkap, dan menjauhi tanaman utama sehingga kerusakan tanaman dapat dikurangi. Hama yang mengumpul dapat ditangkap untuk makanan ikan, sedangkan tanaman perangkapnya sendiri yang rusak oleh hama dapat dicabut lalu dibakar.
  2. Tanaman Penolak Hama akan melindungi tanaman di dekatnya dengan bau-bauan yang dikeluarkannya, bentuk dan warna daun/bunga yang khas yang tidak disukai hama, sehingga hama akan menjauh dari tanaman utama.
  3. Penghalau Angin (Windbreaker) mengurangi resiko rebahnya tanaman oleh angin yang kencang, disamping itu berfungsi pula sebagai habitat predator, untuk pakan ternak, atau sebagai pestisida hayati.

Peternakan

Peternakan merupakan bagian dari pertanian organik yang sangat penting. Manfaat budidaya ternak antara lain untuk : konsumsi, tenaga kerja dan alat bantu petani. Adapun keuntungan mengolah lahan pertanian dengan tenaga kerja hewan (sapi dan kerbau) antara lain :

  1. Biaya operasionalnya relatif murah
  2. Tenaga kerja hewan ramah lingkungan
  3. Sangat sesuai dengan kondisi wilayah pertanian
  4. Bagi lahan-lahan yang sukar dikerjakan dengan alat mekanisasi pertanian bisa dikerja-kan dengan tenaga hewan

Kesehatan ternak yang terpelihara merupakan bagian dari suatu siklus pertanian organik. Tanaman yang dihasilkan dari lahan pertanian organik dimakan oleh ternak, dan kemudian ternak menghasilkan daging atau susu yang kemudian dikonsumsi oleh manusia. Untuk itu kesehatan makanan yang dihasilkan dari tanaman dan ternak sangat menentukan kondisi kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu penggunaan obat-obatan dari bahan kimia sedapat mungkin diganti dengan menggunakan obat-obatan dari bahan alami. Sebagai contoh, peternak sapi menggunakan minyak kayu putih yang disemprotkan untuk anak sapi yang terserang saluran pernafasannya.

Sosial Kemasyarakatan dan Ekonomi

Sistem pertanian dengan menggunakan metode tumpang sari ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian secara berkesinambungan. Karena tanaman-tanaman yang bervariasi dan ditanam berturut-turut lebih ekonomis dalam penggunaan unsur hara dibandingkan pada sistim monokultur. Dan dengan tidak menggunakan bahan kimia sintetis maka kesehatan para petani, kelompok orang yang mengusahakan pertanian organik tersebut, dan konsumen hasil pertanian organik terjamin bebas dari pencemaran. Biaya produksi pun dapat ditekan karena tidak menggunakan bahan kimia yang harganya semakin mahal. Banyak petani organik mampu menjual hasil bumi mereka dengan harga yang sama dengan hasil petani kimia (konvensional), bahkan banyak pula yang menemukan pembeli yang bersedia membayar lebih mahal.

*)Di kompilasi dan disederhanakan oleh : Rudy Redhani – SLUCES Project dari sumber :

Pertanian Organis. Aliansi Organik Indonesia (AOI). Bogor. 2007

Belajar dari Petani. Kumpulan Pengalaman Bertani Organik,” Wangsit St dan Daniel Supriyana, diterbitkan oleh SPTN-HPS – Lesman – Mitra Tani)

Ganesha. Organic SRI (system of rice intensification). Bandung.2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: