PENGALAMAN MEMBANGUN PROSES PENGEMBANGAN KELOMPOK PKK DESA SEKATA MAKMUR

3 June 2009 at 10:45 am (Pertanian) ()


Berawal dari sebuah interaksi yang dibangun atas dasar membantu masyarakat keluar dari permasalahan, menggali potensi yang dimiliki oleh masyarakat, memulai sesuatunya dari apa yang dimiliki oleh masyarakat, akhirnya melahirkan sebuah ide untuk memfasilitasi mengaktifkan dan menggerakkan kelompok PKK desa Sekata Mamur.

PKK merupakan gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat. Upaya yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan keluarga melalui upaya bimbingan, pembinaan dan pemberdayaan agar keluarga hidup sejahtera dan mandiri.
Semangat itu muncul dalam kelompok Ibu-Ibu desa sekata Makmur yang kemudian diprakarsai oleh Ibu kades untuk kembali menghidupkan akivitas didesa melalui pertemuan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Potensi tersebut ditangkap oleh community facilitator SLUICES project untuk membantu mengembangkan dan implementasi program kerja melalui pengembangan pertanian organik.

Jika merujuk pada tujuan PKK untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga maka pilihan untuk menggerakkan kelompok Ibu-ibu untuk menanam sayur dipekarangan adalah pilihan yang tepat, kegiatan ini berkontribusi terhadap ekologi tentunya karena berupaya memanfaatkan lahan pekarangan agar lebih produktif. Disamping itu konsep yang dibangun oleh SLUICES adalah berbasis pertanian organik (www.sluices.org : pertanian organik ).
Berkebun sayur memang merupakan hal biasa yang dilakukan masyarakat didesa Sekata Makmur dengan bantuan pestisida, pupuk dan herbisida kimia, namun konsep organik adalah hal baru bagi masyarakat. Selama ini yang dipahami masyarakat terntang pertanian organik hanya sampai pada pembuatan pupuk kompos, namun ada hal lain yang lebih penting adalah modal bagi kemauan untuk belajar dan melakukan uji coba .

Berdasarkan hal tersebut, SLUICES memfasilitasi kelompok melalui :
1. Membangun komunikasi, diawali dengan membangun komunikasi dan diskusi informal dengan istri kepala desa sebagai ketua PKK, juga kepada Ibu-ibu yang berpotensi menjadi penggerak di desa
2. Pendampingan, dilakukan dengan cara masuk kedalam pertemuan kelompok, berdiskusi, mengenalkan tentang program SLUICES dan kemudian membantu memfasilitasi dan mengarahkan pembentukan struktur organisasi dan program kerja 4 kelompok kerja PKK. Dalam hal ini Fasilitator memposisikan diri sebagai tempat konsultasi dan bercurah pendapat terkait pengembangan kelompok.
3. Identifikasi program kelompok yang bisa difasilitasi oleh SLUICES, dalam hal ini community facilitator mendiskusikan bersama project officer dan technical project officer berkaitan dengan implementasi program, sehingga bisa ditentukan program PKK yang bisa difasilitasi oleh SLUICES antara lain tentang berkebun sayur, mengembangkan produk olahan hasil pertanian dan pendmapingan dalam penguatan kelompok
4. Memfasilitasi kelompok menyusun proposal, untuk implementasi program tentunya kelompok harus membuat perencanaan yang matang, perencanaan ini tentulah berdasarkan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh kelompok bukan semata-mata keinginan. memfasilitasi menyususn proposal, yang perlu ditekankan bahwa fasilitator hanya membantu memberikan pemahaman bagaimana menyususn perencanaan yang dituangkan dalam proposal bukan membuatkan proposal. Yang membuat adalah kelompok sendiri.
5. Membangun keswadayaan, dalam hal ini kelompok didorong menjadi mental mandiri, memberikan motivasi bahwa tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh kelompok selama hal itu realistis dan berpegang pada potensi yang dimiliki, saat ini yang dimilik adalah kemauan untuk maju dan belajar, kelompok kompak. Bagaimana menggali sumber daya yang dimiliki kelompok juga dikembangkan dalam proses membangun keswadayaan ini.
6. Peningkatan Kapasitas kelompok, Sesuai dengan proposal yang diajukan kelompok bahwa akan dikembangkan perkebunan sayur organik dilahan pekarangan, kelompok menyampaikan agar difasilitasi pelatihannya. Berdasarkah permintaan kelompok SLUICES memfasilitasi sektar 40 ibu-ibu PKK desa Sekata Makmur tentang pertanian organik dan teknis implementasinya, dalam hal ini SLUICES juga membantu kelompok untuk menyusun rencana implementasi tindak lanjutnya.
7. …

Saat ini kelompok telah mempunyai perencanaan kebun sayur pekarangan di 40 rumah, pembersihan dan penyiapan lahan telah dilakukan. Perencanaan juga telah disampaikan kepada SLUICES, modal kelompok adalah lahan, pikiran dan tenaga.

Tentunya cerita ini akan berlanjut, bisa dibayangkan di 40 rumah terdapat kebun sayur bebas zat kimia. Dan jangan berhenti dan bosan memberikan motivasi kelompok bahwa ada potensi yang dimiliki dan itu peluang besar untuk bisa dikembangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: