MODUL PELAKSANAAN REMBUG DESA HASIL PENGKAJIAN DESA (Verifikasi PRA)

download di sini

image0091
Hiduplah bersama mereka
Mulailah dengan apa yang mereka butuhkan
Lakukanlah dengan apa yang mereka tahu
Bangunlah dengan apa yang mereka miliki
Ketika kerja selesai Masyarakat bangga mengatakan:”Kami Sendiri yang telah menyelesaikan semua ini”(Adagium Laotze)
image005

Latar Belakang

Kegiatan pertemuan kampung (lokakarya desa) ini adalah merupakan tindak lanjut dari  pelaksanaan pengkajian desa yang telah dilakukan oleh Lembaga Kemasyarakatan (LK) atau Tim Pengkajian Potensi dan Permasalahan Desa (PPMDes).  Adapun alat pengkajian yang digunakan adalah alat PRA sejarah desa, sketsa desa, kalender musim, bagan kelembagaan (Permendagri No 66/2007) dan alat PRA tambahan : kajian mata pencaharian, alisis gender, analisa usaha tani, wealth rangking, matriks rangking, transek.

Kegiatan pengkajian dilakukan mulai dari tingkat dusun/RT.

Tujuan

1.      Melakukan sosialisasi hasil kegiatan pengkajian desa

2.      Mendapatkan tanggapan (cross cek) dari masyarakat desa untuk hasil pengkajian desa yang telah dilaksanakan oleh lembaga kemasyarakat (LK) atau Tim PPMDes

3.      Memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang kondisi desa saat ini

4.      Melakukakan pengelompokan, pemeringkatan (scoring) dan solusi terhadap masalah yang ditemukan dari hasil pengkajian desa

5.      Merumuskan visi dan misi pembangunan desa untuk 5 tahun kedepan

6.      Pembentukan Pokja (tim drafting) untuk penyusunan RPJMDes

Keluaran

1.      Masyarakat memahami kondisi desa mereka saat ini (masalah dan potensi yang mereka miliki)

2.      Adanya pengelompokan, pemeringkatan (scoring) dan solusi dari masalah hasil pengkajian

3.      Adanya draf laporan pengkajian desa

4.      Adanya visi dan misi pembangunan desa untuk 5 tahun ke depan

5.      Adanya pokja (tim drafting) untuk penyusunan RPJMdes

Metodologi

1.      Pemaparan hasil pengkajian desa

2.      Tanya jawab

3.      Diskusi kelompok

Partisipan

1.      Delegasi Dusun/ RT/RW/Blok

2.      Tokoh agama, tokoh adat dan unsur perempuan

3.      Unsur pemuda

4.      Organisasi kemasyarakatan desa

5.      Pengusaha, kelompok tani/nelayan,

6.      Pelaku pendidikan ( Kasek, Komite, Guru )

7.      Unsur KK Miskin

8.      Bidan Desa

Fasilitator

1.      TIM Pengkajian Potensi dan Masalah Desa/LK,

2.      Pemerintahan Desa dan

3.      Community Fasilitator/Fasilitator Lapangan

Tahapan dalam pelaksanaan

I.    Pembukaan

Materi  :

  • Sambutan dari pemerintahan desa setempat sekaligus membuka kegiatan lokakarya desa
  • Doa
  • Latar belakang dan tujuan dilaksanakannya pertemuan kampung/lokakarya desa
Waktu : 45 menit
Metode : Pemaparan dan Diskusi
Alat dan Bahan : Spidol, flipchart dan handout tujuan, hasil yang diharapkan
Keluaran : Peserta lokakarya memahami alur proses pertemuan kampung

Langkah-langkah :

  1. Sampaikan salam dan perkenal diri anda.
  2. Fasilitator menjelaskan tentang latar belakang dan tujuan serta hasil yang mau dicapai dari pertemuan kampung ini (tampilkan  handout latar belakang dan tujuan)
  3. Buka sessi untuk pertanyaan kepada partisipan.
  4. Tutup sessi ini dengan ucapan terima kasih

II.  Penyampaian hasil pengkajian desa

Catatan : sebelum kegiatan dilaksanakan sebaiknya semua alat PRA ditempelkan dindinding balai desa agar masyarakat bisa melihat hasil pengkajian desa.

Waktu : 90 menit
Metode : Pemaparan dan diskusi kelompok
Alat dan Bahan : Spidol, flipchart dan handout alat pengkajian desa
Keluaran : Adanya verifikasi hasil pengkajian desa

Langkah-langkah :

  1. Fasilitator menjelaskan bagaimana proses pengkajian desa yang telah dilakukan (tampilkan handout alur proses pengkajian desa dan perencanaan pembangunan desa)
  2. Fasilitator menjelaskan 5 modal dasar yang dimiliki desa saat ini (sumber daya manusia, sumber daya alam, sosial, infrasturktur yang dimiliki desa, dan keuangan)
  3. Fasilitator meminta semua peserta lokakarya desa untuk melihat semua alat pengkajian desa yang telah ditempel didinding (atau peserta pertemuan kampung dibagi dalam kelompok diskusi)
  4. Fasilitator meminta peserta untuk mengoreksi hasil pengkajian desa, apakah ada yang mau diklarifikasi dari hasil pengkajian desa.
  5. Tutup sesi ini dengan mengucapkan terima kasih

III.  Pengelompokan, scoring dan solusi

Catatan : sebelum kegiatan dilakukan sebaiknya sudah disiapakan metaplan    yang telah dituliskan masalah-masalah dari hasil pengkajian.  Kenapa menggunakan metaplan supaya memudahkan pada saat pengelompokan masalah.

Waktu : 90 menit
Metode : Pemaparan dan diskusi kelompok
Alat dan Bahan : Spidol, flipchart, lakban dan kartu-kartu masalah
Keluaran : Pengelompokan masalah, scoring dan solusi

Langkah-langkah :

1.      Fasilitator menampilkan seluruh masalah dan potensi, kemudian menanyakan apakah ada tambahan masalah atau ada yang bukan masalah yang ada didesa

2.      Fasilitator mengajak peserta lokakarya desa untuk mengelompok  seluruh masalah yang ada. Masalah dibedakan menjadi 2 yaitu masalah desa dan masalah yang bukan menjadi kewenangan desa (supra desa).

3.      Fasilitator mengajak peserta untuk mengelompokkan masalah yang terdiri atas 3 sub bidang yaitu : pengembangan wilayah/infrastruktur, bidang  ekonomi dan sosial budaya.

4.      Fasiliator mengajak peserta untuk menskoring masalah-masalah yang ada berdasarkan sektor pengembangan wilayah/infrastruktur, peningkatan ekonomi dan sosial budaya. Di manan peserta dibagi dalam 3 kelompok diskusi dibagi sesuai bidang-bidangnya.

5.      Sepakati terlebih dahulu kriteria yang digunakan untuk menskoring (Handout kriteria skoring dan nilai)

6.      Setiap kelompok mendiskusikan skoring masalah.

7.      Hasil diskusi kelompok dipresentasikan oleh masing-masing kelompok

8.      Beri kempatan kepada semua peserta untuk memberi tanggapan atas hasil pemaparan masing-masing kelompok

9.      Fasilitator meminta peserta untuk kembali masuk dalam kelompok untuk mendiskusikan solusi dari masalah.

10.  Setiap kelompok diskusi memaparkan hasil diskusinya

11.  Beri kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan.

IV.   Visi dan Misi

Visi adalah suatu gambaran menantang tentang masa depan yang berisikan cita -cita yang ingin diwujudkan oleh sebuah lembaga/kelompok/institusi desa.

Waktu : 45 menit
Metode : Pemaparan dan diskusi
Alat dan Bahan : Spidol, flipchart, lakban dan metaplan
Keluaran : Adanya Visi Desa

Langkah-langkah :

1.      Fasilitator menjelaskan pengertian visi dan penentuan visi yang baik (tampilkan handout pengertian visi )

2.      Ajaklah peserta mengingat kembali tentang sejarah desa dan hasil pengelompokan masalah dan potensi

3.      Bagikan metaplan (guntingan kertas) kepada peserta, masing – masing peserta mendapat satu meta plan. (pada tahap ini bisa juga dilakukan dengan cara fasilitator/pokja desa meminta kepada masing-masing peserta lokakarya untuk menyampaikan aspirasinya (tanpa menulis), kemudian hasil aspirasi tersebut ditulis di kertas plano.)

4.      Ajaklah peserta menuliskan / menyampaikan paling banyak 3-4  buah kata yang merupakan cita – cita  (Visi) masa depan desa

5.      Tempelkanlah semua meta plan yang merupakan visi individu pada tempat yang mudah dilihat seluruh peserta

6.      Susun dan gabungkanlah visi individu tersebut sehingga menjadi Visi Desa yang disepakati.

Misi adalah sesuatu yang harus di emban atau dilaksanakan oleh  institusi/ organisasi agar tujuan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Misi merupakan penjabaran dari Visi yang telah ditetapkan dan disepakati.

Waktu : 45 menit
Metode : Pemaparan dan diskusi
Alat dan Bahan : Spidol, flipchart, lakban dan metaplan
Keluaran : Adanya Misi desa

Langkah-langkah :

1.      Fasilitator menjelaskan pengertian misi dan penentuan misi yang baik (tampilkan handout misi)

2.      Ajak peserta untuk melihat kembali visi yang telah dibuat

3.      Ingatkan peserta, bahwa misi adalah kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai cita-cita atau visi

4.      Bagikan metaplan kepada peserta untuk menuliskan misi di atas metaplan

5.      Tempelkan semua metaplan sehingga dapat dilihat oleh peserta

6.      Susunlah misi setiap individu dan sepakati menjadi misi desa

7.      Beri kesempatan kepada peserta untuk memberi tanggapan atas misi desa

V.  Penentuan POKJA/Kelompok Kerja (tim drafting)

Waktu :  45 menit
Metode :  Pemaparan dan diskusi
Alat dan Bahan :  Spidol, flipchart, lakban dan metaplan
Keluaran : Terbentuknya Tim POKJA/tim drafting untuk menyusun draf RPJMDes

Langkah-langkah :

1.         Fasilitator menjelaskan pengertian dan tugas dari Tim POKJA/ drafting. (tampilkan handout pengertian dan tugas Tim POKJA/drafting)

2.         Bagikan metaplan kepada peserta untuk menuliskan usulan anggota  Tim POKJA/ drafting, 1 metaplan 1 nama.

3.         Atau diskusikan secara terbuka/bersama usulan anggota tim POKJA/drafting

4.         Tempelkan semua metaplan sehingga dapat dilihat oleh peserta

5.         Sepakati bersama siapa yang akan menjadi tim POKJA/drafting

6.         Buat berita acara pertemuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: